Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Penjelasan tentang Jurusan Ilmu Komunikasi

2/26/2015 0

Jurusan Ilmu Komunikasi - Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara berkomunikasi serta menggunakan berbagai alat komunikasi sebagai saran komunikasi terhadap masyarakat Ilmu komunikasi tidak di peruntukkan bagi orang pendiam atau jarang ngomong ? Itu salah. Karena seperti kita tahu komunikasi bisa lewat lisan dan tulisan jadi pernyataan itu cuman mitos siap pun kamu asal punya minat , niat dan passion di jurusan ini pasti enjoy banget dan asyik.

Kita liat dulu tempat belajar kita , karena kalau sarana atau tempat belajar kita asyik pasti kitanya pun semangat belajarnya seperti halnya jurusan lain seperti FMIPA dan FK memilik Iabotarium sendiri , apabila ita masuk kejurusan ini , kita memiik beberapa labotarium milik kita sebgai sarana pembelajaran seperti Laboratorium Televisi Siaran,Laboratorium Radio ,Laboratorium Fotografi ,Laboratorium Grafika , Laboratorium Computer Mediated Communication ,sLaboratorium Pengelolaan Informasi ,Laboratorium Media and News Room ,Laboratorium Event and Conference.

Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang komunikasi antar individu dan grup Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.). Jurusan Ilmu Komunikasi mempunyai 3 Peminatan namun yang sering dan ada di seluruh PTN yaitu bidang jurnalistik , PR (Public Relation) dan yang ketiga berbeda beda tiap PTN. Contohnya :  Seperti di UNPAD Manajemen Komunikasi Dan di UI Komunikasi Media.

Pembelajaran yang kita pelajari sebelum peminatan biasanya hal-hal dasar menyangkut komunikasi seperti halnya di SMA sebelum kita penjurusan ke IPA , IPS , BAHASA kita mempelajari semua dasar dasarnya terlebih dahulu. Seperti cara pengambilan foto dengan benar seperti hunting foto , utak atik alat teknologi komunikasi , cara berbicara didepan umum yang benar , desain visual, dan cara penggunaan komputer dalam kegunaannya sebagai alat komunikasi , kita juga belajar psikologi komunkasi Karena jurusan ini paling netral dibanding jurusan ini secara umum lulusan jurusan ini bisa bekerja sebagai penulis , reporter ,pembawa acara tv , fotografer , desain komunikasi visual , editor gambar dan video , produser ,sutradara , penyiar radio , public relation perusahaan bahkan kita apat bekerja di bank juga .

Di jurusan ilmu komunikasi ini peminatan dilakukan, agar kita lebih di fokuskan pada salah satu bidang , contohnya jurnalisitik , pada peminatan ini lebih menitikberatan pada bidang jurnalisme , baik jurnalistik pada bidang media cetak seperti majalah koran maupun media elektronik seperti radio dan televisi. Pada peminatan ini lebih dalam mempelajari tentang penggunaan teknologi penggunaan teknologi komunikasi dan informasi. Tumbuhnya pertelevisian nasional, surat kabar dan radio, memerlukan tenaga jurnalis yang handal, baik sebagai reporter, announcer, dokumenter, maupun produser pemberitaan. Lalu pada peminatan bidang PR , nah ini cocok banget bagi orang yang senang bicara dimuka umum karena hal yang dipelajari dan lulusan ini lebih banyak bekerja dengan berkomunikasi kepada individu atau masyarakat atau dalam bahasa kesehariannya adalah HuMas. PR dalam sebuah lembaga atau perusahaan sangat diperlukan , kenapa? Karena perencanaan sebuah perusahaan bila tidak sampai pada semua pekerja internal dan eksternal rencana tersebut tidak akan berjalan sesuai rencana apabila informasi tidak sampai secara benar. Pastinya semua Lembaga dan Perusahaan memerlukan sarjana ahli di bidang PR .

Prospek pekerjaannya bagi sarjana lulusan ini adalah sebagai Perkembangan PR Consultant, Event Organizer, dan kebutuhan akan profesi public relations di departemen/perusahaan pemerintah maupun swasta, memerlukan kompetensi praktisi Humas yang mumpuni. Untuk Manajemen Komunikasi dan Komunikasi Media secara umum semuaanya mirip hanya dalam hal yang diperdalaminya saja berbeda . Manajemen komunikasi secara singkat adalah dalam kita memanaj komunikasi . Komunikasi Media Lebih ke Penyiaran dan Broadcasting.

Penjelasan Singkat Tentang Jurusan Teknik Informatika

2/26/2015 1

Informatika adalah ilmu yang mempelajari tentang perangkat (bisa sistem atau alat) yang dapat menghasilkan dan mendistribusikan “informasi”. Jadi kata kunci pertama pada definisi ini adalah kata : informasi, sehingga itulah makanya bidang ini disebut sebagai : informatika. Sedangkan kata kunci kedua adalah pada kata “menghasilkan” dan “mendistribusikan”.Dan kata“menghasilkan informasi” yang dimaksud
adalah komputer, “mendistribusikan informasi” maksudnya adalah jaringan atau telekomunikasi. Perhatikanlah bahwa kedua perangkat ini, yaitu komputer dan telekomunkasi saat ini telah mewabah kemana pun.Inilah istimewanya bidang informatika.

Deskripsi Singkat

Dalam jurusan ini para mahasiswa akan diajari dan dilatih untuk mengembangkan berbagai program dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman, selai bahasa pemrograman di jurusan ini juga diajarkan
ilimu-ilmu lain yang dapat mendukung funsi dari program ekonomi, termasuk di dalamnya mata kuliah ekonomi, dan matematika, dan juga character building, sehingga nantinya para lulusan dari jurusan ini
dapat menghasilkan program yang bermanfaat bagi dunia bisnis juga bagi
kehidupan manusai secara keseluruhan.

Ternyata belajar (dalam hal ini maksudnya kuliah) komputer tidak hanya didominasi oleh jurusan informatika. Ada sejumlah juruan lain yg disebut2 sebagai serumpun dengan informatika seperti : Sistem Informasi (dulu bernama Manajemen informatika) dan Sistem Komputer (dulu bernama Teknik Komputer). Apa bedanya dengan informatika ?

Sistem Informasi adalah lebih mengarah ke penerapan komputer untuk dunia business dan manajemen, sedangkan sistem komputer lebih mengarah ke belajar perangkat keras (hardware) komputer. Yang kedua ini menurut saya lebih mirip2 ke jurusan elektro digital yang tanggung sedangkan yang pertama tadi kadang-kadang ilmunya mendekati bidang ekonomi setengah hati.

Sebenarnya ada bidang (jurusan) lain yang juga mengarah ke rumpun komputer seperti : Komputer akuntansi, komputer perbankan, dsbnya. Tapi saya pikir itu versi lain aja dari jurusan Sistem Informasi yang lebih dikonsentrasikan ke penerapan lebih khusus.

Banyak fakta menarik yang bisa dijumpai dalam jurusan ini, yaitu banyak hal (dalam dunia komputer) yang selama ini kita anggap sebagai sesuatu hal yang amat menakjubkan ternyata dapat dibuat dengan cukup mudah. Dan khusus untuk jurusan IT di Binus terdapat kesempatan utnuk mendapat sertifikat dari perusahan jaringan terkemuka di dunia yaitu SISCO, dansertifikat ini memungkinkan para pemegangnya untuk mendapat gaji yang tinggi di tempat kerjanya.

Berikut beberapa bidang kerja bagi lulusan IT- IT Manager / CIO / CTO - Engineer di bidang Software dan Network - Rekayasa Perangkat Lunak dan Networking - Software House.

Penjelasan tentang kelembagaan

2/26/2015 0
Kelembagaan, institusi, pada umumnya lebih di arahkan kepada organisasi, wadah atau pranata. Organisasi berfungsi sebagai wadah atau tempat, sedangkan pengertian lembaga mencakup juga aturan main, etika , kode etik, sikap dan tingkah laku seseorang atau suatu organisasi atau suatu system.
            
Kelembagaan berasal dari kata lembaga, yang berarti aturan dalam organisasi atau kelompok masyarakat untuk membantu anggotanya agar dapat berinteraksi satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang diingnkan. Selain itu lembaga juga dapat diartikan sebagai aturan dalam sebuah kelompok social yang sangat dipengaruhi oleh factor-faktor social, politk dan ekonomi.
            
Lembaga dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu lembaga formal dan non-formal. Lembaga formal adalah kumpulan dua orang atau lebih yang memiliki hubungan kerja rasional dan mempunyai tujuan bersama, biasaya mempunyai struktur organisasi yang jelas, contohnya perseroan terbatas, sekolah, pertain politik, badan pemerintah, dan sebagainya. Lembaga non-formal adalah kumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai tujuan bersama dan biasanya hanya memiliki ketua saja. Contohnya arisan ibu-ibu rumah tangga, belajar bersama, dan sebagainya. Lembaga formal memiliki struktur yang menjelaskan hubungan-hubungan otoritas,kekuasaan akuntabilitas dan tanggung jawab serta bagamaina bentuk saluran komunikasi berlangsung dengan tugas-tugas bagi masing-masing anggota. Lembaga formal bersifat terencana dan tahan lama, karena ditekankan pada aturan sehingga tidak fleksibel. Pada lembaga non-formal biasanya sulit menentukan untuk waktu nyata seorang untuk menjadi anggota organisasi, bahkan tujuan dari organisasi tidak terspesifikasi dengan jelas. Lembaga nono-formal dapat dialihkan menjadi lembaga formal apabila kegiatan dan hubungan yang terjadi di dalam di lakukan secara terstruktur atau memiliki struktur organisasi yang lengkap dan terumuskan.
            
Kelembagaan adalah suatu hubungan dan tatanan antara anggota masyarakat atau organisasi yang melekat, di wadahi dalam suatu jaringan atau organisasi, yang dapat menentukan suatu hubungan antara manusia atau organisasi dengan ditentukan oleh faktor-faktor pembatas dan pengikat brupa norma, kode etik atau aturan formal  dan non-formal untuk berkerjasama demi mencapai tujuan yang diinginkan, menurut bulkis, kelembagaan berarti seperangkat peraturan yang mengatur tingakah laku masyarakat untuk mendapatkan tujuan hidup mereka. Kelembagaan berisi sekelompok orang yang bekerjasama dengan pembagian tugas tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Tujuan peserta kelempok dapat berebeda, tetapi dalam organisasi menjadi satu kesatuan. Kelembagaan lebih ditekankan pada aturan main (the rules) dan kegiatan kolektif (collective action) untuk mewujudkan kepentingan umum atau bersama. Kelembagaan menurut beberapa ahli, sebagian dilihat dari kode etik dan aturan main. Sedangkan sebagian lagi dilihat pada organisasi dengan struktur, fungsi dan menejemennya. Saat ini kelembagaan biasanya dipadukan antara organisasi dengan aturan main. Kelembagaan merupakan suatu unit sosialn yang berusaha untuk mencapai tujuan tertentu dan menyebabkan lembaga tunduk pada kebutuhan tersebut.
            
Beberapa unsur penting dalam kelembagaan adalah isntitusi, yang merupakan landasan untuk membangun tinkah laku sosial masyarakat, norma tingkah laku yang telah mengakar pada kehidupan masyarakat dan telah diterima untuk mencapai tujuan tertentu, peraturan dengan penegakan aturan, aturan dalam masyarakat yang memberikan wadah koordinasi dan kerjasama dengan dukungan hak dan kewajiban serta tingkah laku anggota, kode etik, kontrak, pasar, hak milik, organisasi, insentif. Kelembagaan lokal dan area aktifitasnya terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori sektor publik (administrasi lokal dan pemerintah lokal), kategori sektor suka rela (organisasi keanggotaan dan koperasi), organisasi swasta (organisasi jasa dan bisnis swasta).
            
Bentuk resmi suatu lembaga yaitu lembaga garis (line organization, military organization), lembaga garis dan staf (line and staff organization), lembaga fungsi (functional organization). Lembaga garis bertanggung jawab pada satu atasan dan bertanggungjawab penuh pada tugasnya. Lembaga garis dan staf wajib melaporkan laporan kegiatan pada satu atasan yang lebih tinggi, dan lembaga fungsi bertanggung jawab kepada lebih dari satu atasan yang sesuai dengan spesialisasinya masing-masing.
            
Tiga jenis dasar dari lembaga yaitu, lembaga sistem otoriter, terdapat dua tingkatan kedudukan, atasan dan bawahan. Atasan bertujuan membina dan menguasai yang lain, suka maupun tidak suka, biasanya ditentukan oleh keturunan, kekayaan, umur, pendidikan, kedudukan/kemampuan, hal ini menyebabkan atasan memutuskan segala sesuatu sendiri, lembaga system demokrasi , semua anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama dan seimbang, pemimpin berfungsi sebagai yang satu dari yang sama, lembaga system biarkan saja (laissez faire) semua anggota sama tingkat kedudukan dan fungsi sehingga pemimpin tidak memiliki arti dan tidak mempunya fungsi.
            
Berdasarkan beberapa teori diatas dapat diketahui pengertian kelembagaan adalah suatu pola hubungan antara anggota masyarakat yang saling mengikat, diwadahi dalam suatu jaringan atau organisasi dengan ditentukan oleh faktor-faktor pembatas dan pengikat berupa norma, kode etik aturan formal dan nono-formal untuk bekerjasama demi mencapai tujuan yang diinginkan.

  • Kelembagaan dan Peran Kelembagaan
Menurut Mubyarto (1989), yang dimaksud lembaga adalah organisasi atau kaedah-kaedah baik formal maupun informal yang mengatur perilaku dan tindakan anggota masyarakat tertentu baik dalam kegiatan-kegiatan rutin sehari-hari maupun dalam usahanya untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Nasution (2002), kelembagaan mempunyai pengertian sebagai wadah dan sebagai norma. Lembaga atau institusi adalah seperangkat aturan, prosedur, norma perilaku individual dan sangat penting artinya bagi pengembangan pertanian. Pada dasarnya kelembagaan mempunyai dua pengertian yaitu : kelembagaan sebagai suatu aturan main (rule of the game) dalam interaksi personal dan kelembagaan sebagai suatu organisasi yang memiliki hierarki (Hayami dan Kikuchi, 1987)6. Kelembagaan sebagai aturan main diartikan sebagai sekumpulan aturan baik formal maupun informal, tertulis maupun tidak tertulis mengenai tata hubungan manusia dan lingkungannya yang menyangkut hak-hak dan perlindungan hak-hak serta tanggung jawabnya. Kelembagaan sebagai organisasi biasanya merujuk pada lembaga-lembaga formal seperti departemen dalam pemerintah, koperasi, bank dan sebagainya. Suatu kelembagaan (instiution) baik sebagai suatu aturan main maupun sebagai suatu organisasi, dicirikan oleh adanya tiga komponen utama (Pakpahan, 1990 dalam Nasution, 2002) yaitu :
  1. Batas kewenangan ( jurisdictional boundary) Batas kewenangan merupakan batas wilayah kekuasaan atau batas otoritas yang dimiliki oleh seseorang atau pihak tertentu terhadap sumberdaya, faktor produksi, barang dan jasa. Dalam suatu organisasi, batas kewenangan menentukan siapa dan apa yang tercakup dalam organisasi tersebut. 
  2. Hak Kepemilikan (Property right) Konsep property right selalu mengandung makna sosial yang berimpiklasi ekonomi. Konsep property right atau hak kepemilikan muncul dari konsep hak (right) dan kewajiban (obligation) dari semua masyarakat perserta yang diatur oleh suatu peraturan yang menjadi pegangan, adat dan tradisi atau consensus yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada seorang pun yang dapat mengatakan hak milik atau penguasaan apabila tidak ada pengesahan dari masyarakat sekarang. Pengertian diatas mengandung dua implikasi yakni, hak seseorang adalah kewajiban orang lain dan hak yang tercermin oleh kepemilikan (ownership) adalah sumber kekuasaan untuk memperoleh sumberdaya.
  3. Aturan representasi (Rule of representation) Aturan representasi mengatur siapa yang berhak berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan apa yang diambil dan apa akibatnya terhadap performance akan ditentukan oleh kaidah representasi yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Dalam proses ini bentuk partisipasi ditentukan oleh keputusan kebijaksanaan organisasi dalam membagi beban dan manfaat terhadap anggota dalam organisasi tersebut. Terkait dengan komunitas perdesaan, maka terdapat beberapa unit-unit sosial (kelompok, kelembagaan dan organisasi) yang merupakan aset untuk dapat dikembangkan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan. Pengembangan kelembagaan di tingkat lokal dapat dilakukan dengan sistem jejaring kerjasama yang setara dan saling menguntungkan.
  • Menurut Sumarti, dkk (2008), kelembagaan di perdesaan dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu : pertama, lembaga formal seperti pemerintah desa, BPD, KUD, dan lain-lain. Kedua, kelembagaan tradisional atau lokal. Kelembagaan ini merupakan kelembagaan yang tumbuh dari dalam komunitas itu sendiri yang sering memberikan “asuransi terselubung” bagi kelangsungan hidup komunitas tersebut. Kelembagaan tersebut biasanya berwujud nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan dan cara-cara hidup yang telah lama hidup dalam komunitas seperti kebiasaan tolong-menolong, gotong-royong, simpan pinjam, arisan, lumbung paceklik dan lain sebagainya. Keberadaan lembaga di perdesaan memiliki fungsi yang mampu memberikan “energi sosial” yang merupakan kekuatan internal masyarakat dalam mengatasi masalah-masalah mereka sendiri. Berdasarkan hal tersebut, maka lembaga di perdesaan yang saat ini memiliki kesamaan dengan karakteristik tersebut dapat dikatakan sebagai lembaga gabungan kelompok tani (Gapoktan). Peran kelembagaan sangat penting dalam mengatur sumberdaya dan distribusi manfaat, untuk itu unsur kelembagaan perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan potensi desa guna menunjang pembangunan desa. Dengan adanya kelembagaan petani dan ekonomi desa sangat terbantu dalam hal mengatur silang hubungan antar pemilik input dalam menghasilkan output ekonomi desa dan dalam mengatur distribusi dari output tersebut.

-Sumber : http://mardianpratama10.blogspot.com/ -

Pengertian Kewirausahaan menurut beberapa pendapat

2/26/2015 0

  • Kewirausahaan adalah  
Suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya,tenaga penggerak,tujuan,siasat,kiat,proses dan hasil bisnis. (ahmad sanusi,1994)
  • Kewirausahaan adalah  
Suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu sesuatu yang baru dan berbeda (“ability to create the new and different) (drucker,1959).
  • Kewirausahaan adalah:
Suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (zimmerer 1996)
  • Kewirausahaan adalah 
Suatu nilai yang diperlukan untuk memulai usaha (start up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (soeharto prawiro,1997)
  • Kewirausahaan adalah:
Suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative),dan sesuatu yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih.
  • Kewirausahaan adalah  
Suatu usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
Kesimpulannya (6 konsep) 
  • Kewirausahaan adalah:
Sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat,dasar,sumber daya,proses,dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko.